jump to navigation

Puisi Cinta Nabi Februari 3, 2013

Posted by arifardiyansah in Umum.
Tags: , , ,
trackback

Engkau dan kekasihmu…

Jangan bilang cinta padanya jika engkau tidak mau dengar perkataannya,

Jangan katakan cinta padanya jika engkau mengabaikan nasihatnya,

Jangan nyatakan cinta padanya jika engkau tidak taat kepadanya,

Jangan ungkapkan cinta padanya jika engkau tidak mengikutinya,

Jangan mengaku cinta padanya jika engkau tidak menjadikannya panutan dan guru bagi dirimu…

 

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula aku tak tahu kapan tepatnya tanggal Nabi r dilahirkan, sebagaimana juga para sahabat dan para ulama yang juga tidak tahu. [1]

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula Nabi r tidak pernah merayakannya, sebagaimana juga para sahabat dan dan para ulama generasi awal tidak merayakannya. [2]

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula bila mengkhususkan satu hari untuk Nabi r , aku khawatir terjatuh ke dalam pengkultusan atas Nabi r yang beliau r sendiri pernah berpesan agar tidak menyanjung beliau r berlebih-lebihan. [3]

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula Nabi r melarangku membuat hari raya selain hari raya Idul Fithri dan Idul Adha. [4]

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula sejak zaman dahulu hanya kaum fasiq dan kafir saja yang menjadikan perayaan ulang tahun atau Maulid sebagai tradisi sedangkan sejatinya Islam tidak mengenal tradisi ini. [5]

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula perayaan Maulid ini dicetuskan oleh Al-Qaddah Al-Fathimiyyun Al-Ubaidiyyun, seorang Yahudi. [6]

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula perayaan Maulid ini setali tiga uang menyontek perayaan Natal di kalangan Nasrani. [7]

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula perayaan Maulid ini meniru-niru perayaan ritual ulang tahun kelahiran dewa-dewa di kalangan Romawi dan Persia. [8]

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula perayaan Maulid ini mengekor perayaan ulang tahun kelahiran yang senantiasa diramaikan oleh Firaun dan Herodes di zaman kerajaan-kerajaan kuno. [9] 

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula aku tidak ingin menyerupai dan meniru tradisi mereka; kaum selain muslimin. [10]

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula Nabi r melarangku mengikuti tata cara Yahudi dan Nasrani, pun juga Romawi dan Persia. [11]

Aku cinta Rasulullah r maka aku tidak rayakan Maulid

Lagi pula aku tidak ingin mencampur-adukkan antara yang haq dan yang bathil. [12]

Namun…

Engkau arahkan telunjukmu padaku:

“Kamu tidak cinta Nabi!”

Padahal Nabi r menyatakan jika mencintai dirinya, ikutilah dirinya…

Maka akupun berusaha mengikuti beliau r semampuku.

Sedangkan engkau,

Apakah engkau cinta Nabi sementara engkau lebih mencontoh Al-Qaddah si Yahudi dari pada beliau r?

Apakah engkau cinta Nabi sementara engkau lebih meneladani Firaun dan Herodes dari pada beliau r?

Apakah engkau cinta Nabi sementara engkau menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai panduan?

Apakah engkau cinta Nabi sementara engkau mengikuti Romawi dan Persia sebagai panutan?

Apakah engkau cinta Nabi sementara engkau tidak mengindahkan petuah beliau r?

Apakah engkau cinta Nabi sementara engkau menyalahi perintah beliau r?

Engkau bentak aku:

“Kamu durhaka kepada Nabi!”

Padahal aku hanya melaksanakan sabda beliau r untuk tidak ikut-ikutan jejak kaum fasiq dan kafir.

Sedangkan engkau,

Malah mengikuti jejak mereka sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta hingga mengantarmu ke dalam lubang dhobb yang berliku-liku di dalam tanah.

Engkau tuduh aku:

“Kamu tidak hormati Nabi!”

Padahal aku hanya mengikuti anjuran beliau r untuk mencukupkan pada dua hari raya saja.

Sedangkan engkau,

Malah membuat hari raya baru selain yang ditetapkan.

Engkau tuding aku:

“Kamu telah sesat!”

Padahal aku hanya meniti jejak sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan ulama generasi awal yang Allah dan Nabi-Nya r katakan sebagai sebaik-baik generasi. [13]

Sedangkan engkau,

Malah mengikuti jejak Al-Qaddah si Yahudi dan langkah Nasrani yang Allah dan Nabi-Nya r katakan sebagai kaum tersesat dan bodoh.

Maka aku sarankan kepadamu:

Ukurlah lagi kadar cintamu kepada Nabimu r.

Adakah ini cintamu yang engkau sebut sebagai Cinta Sejati?

Ataukah semua cintamu ini hanyalah sekedar sekumpulan Cinta Palsu?

 

Wa shallallahu ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam,

Buah renungan drsBSK

 


[1]   Tanggal kelahiran Nabi r diperselisihkan secara tajam. Ada yang mengatakan tanggal 2 Rabiul Awal, 8 Rabiul Awal, 10 Rabiul Awal, 12 Rabiul Awal, 17 Rabiul Awal. Semua pendapat ini tidak berdasarkan hadits yang shahih. Hadits Jabir dan Ibnu Abbas h yang menerangkan bahwa tanggal kelahiran Nabi r adalah 12 Rabiul Awal tidak shahih. Kalaulah shahih, tentu akan menjadi hakim (pemutus perkara) dalam masalah ini. Ibnu Katsir berkata tentang hadits ini, “Sanadnya terputus.” Lihat al-Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir: 2/260 dan Latho’iful Ma’arif karya Ibnu Rojab hlm. 184-185.

[2]  Kaum yang pertama kali mengadakan Peringatan Maulid Nabi adalah Bani ‘Ubaid al-Qaddah al-Fathimiyyun di Mesir pada abad 4 H. Mereka adalah pencetus aliran kebatinan. Nenek moyang mereka adalah Ibnu Dishan yang dikenal dengan al-Qaddah, salah seorang pendiri aliran Bathiniyah di Irak. [al-Bida’ al-Hauliyah hlm. 137].

Ibnu Katsir berkata,”Sesungguhnya pemerintahan al-Fathimiyyun al-Ubaidiyyun yang bernisbah kepada Ubaidillah bin Maimun al-Qoddah, seorang Yahudi yang memerintah Mesir dari tahun 357-567H, mereka memunculkan banyak hari-hari raya. Di antaranya perayaan Maulid Nabi.” [Al-Bidayah wan Nihayah 11/127].

[3]   Rasulullah r bersabda:    لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

“Janganlah engkau memujiku secara berlebihan sebagaimana kaum Nasrani telah memuji secara berlebihan terhadap (Isa) Ibnu Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba Allah, maka katakanlah: hamba Allah dan RasulNya.” [HR Bukhari, no. 3445, dari sahabat Umar bin al Khaththab].

[4] Nabi r secara khusus melarang kaum muslimin membuat hari raya (‘Id) baru. Mengkhususkan satu hari menjadi hari istimewa untuk mengenang Nabi r bisa terjatuh kepada larangan tersebut. Hal ini diceritakan oleh Anas bin Malik t:

قدم رسول الله r المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما فقال ما هذان اليومان قالوا كنا نلعب فيهما في الجاهلية فقال رسول الله r إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الأضحى ويوم الفطر

“Ketika Rasulullah r tiba di Madinah, warga Madinah memiliki dua hari raya yang mereka biasa bergembira ria. Rasulullah r bertanya, “Perayaan apakah yang dirayakan di dua hari ini?”  Mereka menjawab, “Di dua hari raya ini, dahulu di masa jahiliyyah kami biasa merayakannya dengan bergembira ria.” Maka Rasulullah r bersabda, “Sungguh Allah telah mengganti hari raya kalian dengan yang lebih baik, yaitu Idul Adha dan Idul Fithri.”

[HR. Abu Daud, 1134, dihasankan Ibnu Hajar di Hidayatur Ruwah, 2/119, dishahihkan Al-Albani di Shahih Abi Daud, 1134].

Dalam riwayat yang lain beliau r bersabda:

قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ, وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ

“Aku datang pada kalian sedang kalian memiliki dua hari raya yang kalian besenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyah. Sungguh Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari dua hari itu yaitu: Idul Qurban dan Idul Fithri.”  [Hadits shahih, dikeluarkan oleh Ahmad 3/103,178,235, Abu Daud 1134, An-Nasa'i 3/179 dan Al-Baghawi, 1098].

[5] Perayaan ulang tahun kelahiran atau natal telah ada sejak zaman dahulu bahkan sejak masa kejayaan Romawi dan Persia dalam rangka ibadah kepada dewa-dewa mereka, sampai kemudian diadopsi oleh Kristen.

“History of celebration of birthdays in the West It is thought that the large-scale celebration of birthdays in Europe began with the cult of Mithras, which originated in Persia but was spread by soldiers through-out the Roman Empire. Before this, such celebrations were not common; and, hence, practices from other con-texts such as the Saturnalia were adapted for birthdays. Because many Roman soldiers took to Mithraism, it had a wide distribution and influence throughout the empire until it was supplanted by Christianity.” [Wikipedia, Birthdays. July 12, 2007; wiki.answers.com/Q/What_is_the_ history_of_birthday_party ; Lihat "The Christmas Celebrations In December: Are They Right or Wrong?" di http://www.jesuswordsonly.com/Recommended-Reading/christmas-celebrations-right-or-wrong.html ; juga di Encyclopedia Americana, 1991].

[6]  Lihat footnote nomor 2.

[7]  Paus Liberius memutuskan untuk meleburkan ritual pagan itu ke dalam agama Kristen dengan maksud agar agama Kristen lebih mudah diterima oleh para penyembah berhala di Romawi. Sejak itu muncullah Hari Raya Natal.

In 354 A.D., Bishop Liberius of Rome ordered the people to celebrate on December 25. He probably chose this date because the people of Rome already observed it as the Feast of Saturn, celebrating the birthday of the sun.” [Sechrist E.H. Christmas. World Book Encyclopedia, Vol. 3. Field Enterprises Educational Corporation, Chicago, 1966, p. 408-417. Lihat juga : www.cogwriter.com/news/church-history/ catholic-teachings-on-christmas/ dan www.bible.com/ bibleanswers_result.php?id=168 ].

Setelah itu orang Kristen dan Barat mengadopsinya menjadi perayaan ritual di hari ulang tahun mereka. Akhirnya ditiru pula oleh kaum muslimin sebagai perayaan hari ulang tahun (maulid) Nabi dan juga hari ulang tahun mereka.

[8]  Lihat footnote nomor 5.

[9]  Dengan merujuk kepada Kitab Perjanjian Lama, Kejadian 40 dan Perjanjian Baru, Matius 14:6-10, missionaris  Kenneth C. Herrmann berkata dalam artikelnya “Should Christians Celebrate BIRTHDAYS?” :

“Search your Bible! How many birthday celebrations do you find? A Pharaoh in Egypt celebrates his birthday by hanging his chief baker (Gen.40). Herod, on his birthday, grants the request of the daughter of Herodias and orders John the Baptist beheaded (Matt. 14:6-10). Only two definite birthday celebrations in the entire Bible!” [lihat: http://home.sprynet.com/~pabco/birthday.htm ].

[10]  Rasulullah r bersabda,   مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”

[HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam (Iqtidho‘ 1/269) mengatakan sanad hadits ini bagus. Al-Albani mengatakan hadits ini shahih. (lihat Irwa’ul Gholil no. 1269)].

[11]   Rasulullah r pernah mengingatkan:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ  . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ  وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ

“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah r: “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Manusia yang mana lagi kalau bukan mereka itu?“   [HR. Bukhari no. 7319].

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob, pasti kalian pun mengikutinya.” Kami (sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah itu Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [HR. Muslim no. 2669].

Imam An-Nawawi t menjelaskan hadits di atas, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal), dziro (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh liku-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nasrani; yaitu mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau r ini adalah suatu mukjizat bagi beliau r karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.” [Al-Minhaj Syarh Shohih Muslim, 16/220, Dar Ihya’ At Turots, Cet.-2, 1392H].

[12]  Perayaan ulang tahun (maulid) tidak saja tergolong tasyabbuh tetapi juga pencampuradukan ibadah. Allah Y berfirman:

وَلاَ تَلْبِسُواْ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُواْ الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Janganlah kamu campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kamu sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya.” [QS.Al-Baqarah: 42] .

Imam Qatadah dan Imam Mujahid menafsirkan: “Janganlah kamu campur adukkan antara agama Yahudi dan Nasrani dengan Islam.“  Lih. Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an, Al-Qurthubi, 1/233 dan Tafsir Al-Qur’anul Adzhim, Ibnu Katsir, 1/133.

[13]  Allah Y berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” [QS. At-Taubah:100].

Rasulullah r bersabda:           خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ، ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ، ثُمَّ يَجِئُ قَوْمٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِيْنَهُ، وَيَمِيْنُهُ شَهَادَتَهُ

“Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya. Setelah itu akan datang suatu kaum yang persaksian salah seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya.” [HR. Al-Bukhari (no. 2652, 3651, 6429, 6658) dan Muslim (no. 2533)].

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: