<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>INDAH DI ATAS SUNNAH &#187; Dunia Anak</title>
	<atom:link href="http://arifardiyansah.wordpress.com/category/dunia-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arifardiyansah.wordpress.com</link>
	<description>Melangkah Bersama Salafush Shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2009 14:35:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='arifardiyansah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/bbe4d4fadbdac4c7a7b2cfb94d6a74b5?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>INDAH DI ATAS SUNNAH &#187; Dunia Anak</title>
		<link>http://arifardiyansah.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>30 KIAT MENDIDIK ANAK</title>
		<link>http://arifardiyansah.wordpress.com/2007/08/11/30-kiat-mendidik-anak/</link>
		<comments>http://arifardiyansah.wordpress.com/2007/08/11/30-kiat-mendidik-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 18:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifardiyansah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifardiyansah.wordpress.com/2007/08/11/30-kiat-mendidik-anak/</guid>
		<description><![CDATA[30 KIAT MENDIDIK ANAK

Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian serius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala.
Sebaliknya, jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifardiyansah.wordpress.com&blog=1214476&post=43&subd=arifardiyansah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:12pt;text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:#02283b;">30 KIAT MENDIDIK ANAK</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:12pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';color:#02283b;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#02283b;">Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian serius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala.</p>
<p>Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya. Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:12pt;text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span id="more-43"></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hendaknya      anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai      dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang      lainnya (yang lebih tua, red). Kemudian cegahlah ia dari memandangi      makanan dan orang yang sedang makan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Perintahkan      ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik      dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut.      Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hendaknya      dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan,      daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan harus      dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian      kepada anak yang demikian. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan buruk,      yaitu hanya mementingkan perut saja. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ditanamkan      kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih      dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang      enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sangat      disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan      bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaum wanita.      </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika      ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya mengingkarinya.      Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata      kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-hal ini. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Selayaknya      anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan      bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia      akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak.      Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta,      mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat      pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah      dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Harus      ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur&#8217;an dan buku-buku, terutama di      perpustakaan. Membaca al Qur&#8217;an dengan tafsirnya, hadits-hadits Nabi dan      juga pelajaran fikih praktis dan lain-lain. Dia juga harus dibiasakan      menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum      zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan meneladani mereka.      Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy&#8217;ariyah, Mu&#8217;tazilah,      Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid&#8217;ah lainnya agar tidak terjerumus      ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak berkembang di      daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia      harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti      hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Biasakan      ia untuk menulis indah (khath) dan menghafal syair-syair tentang kezuhudan      dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan      hiasan yang indah. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika      anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan      memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagiakannya. Jika suatu      kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebarkan di hadapan orang      lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika      ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang      terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus      melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun      jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan      menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seorang      ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam berkomunikasi dengan anak. Jangan      menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat tertentu. Sedangkan      seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah      dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat      ancaman dan kemarahan dari ayah. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hendaknya      dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali      benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin tidur, maka      biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu, red) sebab      dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jangan      sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan      badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan      sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jangan      dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab ketika ia      melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Biasakan      agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak      timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak, red),      menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyibukkan diri dengan      kegiatan itu. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jangan      biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak (berkacak)      pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Melarangnya      dari membanggakan apa yang dimiliki orang tuanya, pakaian atau makanannya      di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia ber-sikap tawadhu&#8217;, lemah lembut      dan menghormati temannya. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tumbuhkan      pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak      serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai      emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut terhadap ular atau      kalajengking. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Cegahlah      ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga terpandang      (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun      dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan      ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jauhkan      dia dari kebiasaan meludah di tengah majelis atau tempat umum, membuang      ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak      menguap. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ajari      ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan      dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki      dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan      oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mencegahnya      dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah      ta&#8217;aala. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Cegahlah      anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta agar hal      tersebut tidak menjadi kebiasaan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dia      juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau      mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-orang yang suka      melakukan hal itu. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anjurkanlah      ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia      jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan      hal tersebut. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebaiknya      anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan      atau refreshing, setelah selesai belajar, membaca di perpustakaan atau      melakukan kegiatan lain. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika      anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat      dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya.      Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika telah baligh, maka      bebankan kepadanya perintah-perintah. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Biasakan      anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar (ustadz)      dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. Ajarkan agar memandang      mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin dicegah dari bermain-main      di sisi mereka (mengganggu mereka).</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#02283b;">Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#02283b;">Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.jilbab.or.id/"><span style="color:#02283b;text-decoration:none;">www.jilbab.or.id</span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:left;" align="right"><span dir="ltr" style="font-size:10pt;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arifardiyansah.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arifardiyansah.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifardiyansah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifardiyansah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifardiyansah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifardiyansah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifardiyansah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifardiyansah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifardiyansah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifardiyansah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifardiyansah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifardiyansah.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifardiyansah.wordpress.com&blog=1214476&post=43&subd=arifardiyansah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifardiyansah.wordpress.com/2007/08/11/30-kiat-mendidik-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6d14b52839600f8e7051bd1183d64fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau Si Kecil Suka Jajan</title>
		<link>http://arifardiyansah.wordpress.com/2007/06/22/kalau-si-kecil-suka-jajan/</link>
		<comments>http://arifardiyansah.wordpress.com/2007/06/22/kalau-si-kecil-suka-jajan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 08:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifardiyansah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arifardiyansah.wordpress.com/2007/06/22/kalau-si-kecil-suka-jajan/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Saya heran dengan cucu saya, Bu. Masa&#8217; anak baru TK uang jajannya sehari habis lima ribu!&#8221; Ujar seorang nenek yang mengeluh pada tetangganya. Ya, begitulah, anak-anak sekarang kebanyakan memang suka jajan alias boros. Setiap ada jajanan  atau penjual mainan lewat di depan rumah, ia selalu ingin membeli.
Anak yang boros dan suka jajan pasti membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifardiyansah.wordpress.com&blog=1214476&post=18&subd=arifardiyansah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Saya heran dengan cucu saya, Bu. Masa&#8217; anak baru TK uang jajannya sehari habis lima ribu!&#8221; Ujar seorang nenek yang mengeluh pada tetangganya. Ya, begitulah, anak-anak sekarang kebanyakan memang suka jajan alias boros. Setiap ada jajanan <span> </span>atau penjual mainan lewat di depan rumah, ia selalu ingin membeli.<span id="more-18"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Anak yang boros dan suka jajan pasti membuat pikiran orang tua resah dan gelisah. Terlebih ketika secara ekonomi keadaan keluarga hanya pas-pasan. Perilaku boros bertentangan dengan ajaran Islam, yang mengajarkan manusia untuk hidup hemat. Suka menghambur-hamburkan uang adalah perbuatan tercela, dan<span>  </span>pelakunya pun dicap sebagai saudara setan.<span>  </span>Allah l berfirman yang artinya,</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em>&#8220;Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.&#8221;</em> (Al-Isra&#8217;: 26-27)</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Mendidik anak agar hidup hemat adalah tugas mulia. Hal ini merupakan salah satu akhlak luhur yang perlu ditanamkan pada anak sejak kecil. Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap tengah-tengah, tidak boros dan tidak kikir. Karena itu, jika Anda menemukan gejala perilaku boros pada anak, Anda harus segera mencegahnya. Sebab, perilaku itu akan berdampak negatif bagi masa depannya. Kecenderungan hidup boros akan terbawa hingga ia dewasa. Ia akan <span> </span>cenderung menghambur-hamburkan uangnya untuk keperluan yang tidak bermanfaat bagi hidupnya.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"> <strong>Mengapa Anak Suka Boros?</strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Apa sebenarnya yang dimaksud boros? Mengapa anak senang membelanjakan uangnya untuk keperluan yang tidak bermanfaat? Apa dampak negatif berperilaku boros dan bagaimana mengajari anak hidup berhemat?</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Pengertian boros memang relatif dan beragam kasusnya. Artinya, boleh jadi pembelanjaan sejumlah uang oleh seorang anak di keluarga tertentu tidak dianggap boros, tetapi oleh keluarga yang lain dianggap boros. Karena itu, konsep boros harus dibatasi secara kasus per kasus sesuai dengan kondisi keuangan keluarga masing-masing. Dengan demikian, boros adalah tindakan membelanjakan uang yang cenderung berlebih-lebihan, menurut tradisi umum yang berlaku dalam masyarakat tertentu, dan di luar batas kemampuan keluarga.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Lalu, mengapa anak suka boros? Setidaknya ada dua faktor yang membuat anak berperilaku boros. <em>Pertama</em>, faktor internal (bawaan), yaitu kecenderungan anak berperilaku boros sejak lahir.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em>Kedua</em>, faktor eksternal, yaitu dorongan lingkungan keluarga atau pengaruh pergaulan. Maksudnya, jika anak tumbuh dalam lingkungan <span> </span>keluarga yang boros atau bergaul dengan teman yang boros, ia dapat terpengaruh menjadi anak yang boros.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Untuk menyembuhkan penyakit boros ini, orang tua harus menjauhkan anak dari lingkungan yang cenderung berperilaku boros, serta terus menerus memberi pengertian bahwa boros adalah akhlak tercela.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Orang tua sebaiknya juga menyampaiakan kondisi ekonomi keluarga yang semakin sulit agar anak bersikap hemat.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"> <strong>Beberapa Kiat agar Anak Tidak Boros</strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Berikut ini beberapa kiat untuk menyembuhkan penyakit boros:</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">1. Memberikan contoh kepada anak bagaimana berperilaku hemat.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Ketika orang tua berperilaku boros dan tidak bisa mengatur keuangannya, biasanya anak akan meniru perilaku orang tuanya. Tampaknya sulit diterima anak jika ibunya suka jajan dan membeli bakso, sementara ia dilarang untuk jajan di luar. Sebaliknya, anak akan terbiasa hidup hemat karena orang tua biasa berhemat dalam mengatur keuangannya.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">2. Membiasakan anak sarapan pagi sebelum ke sekolah.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Biasakanlah anak sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolaah. Dengan keadaan perut yang kenyang, anak akan lebih konsentrasi dalam belajar sehingga tidak memikirkan jajan. Sebab, ketika belajar, ia sebenarnya sedang memeerlukan energi. Sarapan pagi sangat membantu menambah energi. Di samping itu, orang tua hendaknya tidak memberi uang jajan berlebihan kepada anak, karena merangsang anak untuk jajan berlebihan.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">3. Menjelaskan kepada anak bahwa tidak semua jajanan itu sehat.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Seringkali makanan atau jajanan yag dijual di sekolah atau di warung dekat rumah kurang terjamin kebersihannya. Karena itu orang tua hendaknya memberi pengertian agar si anak menjaga kesehatan dan kebersihan makanan. Dengan pengertian seperti itu, anak diharapkan dapat memperhatikan makanannya dan tidak mengikuti keinginan untuk jajan sembarangan.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">4. Menyediakan makanan ringan di rumah.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Sediakan di rumah Anda makanan ringan yang sehat dan bergizi. Tentu tidak harus mahal, misalnya keripik kentang yang bisa dibuat sendiri. Selain itu, jika orang tua bepergian hendaknya tidak meninggalkan uang jajan yang berlebihan di rumah. Jika Anda memiliki <span> </span>pelayan di rumah, bekerjasamalah dengannya dalam mendidik anak supaya berhemat.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">5. Melatih anak gemar menabung.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Latihlah anak agar gemar menabung dan<span>  </span>hemat dalam berbelanja. Misalnya dengan menyisihkan seratus rupiah dari uang jajan untuk dimasukkan ke dalam celengan.<span>  </span>Anak akan mendapatkan manfaat yang besar dari menabung. Puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu pun dapat diperolehnya ketika celengan dibuka. Dengan demikian, anak akan gemar menabung dan hemat dalam memanfaaatkan uang.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span>6. Mengajarkan nilai kerja keras dan empati kepada orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Berilah pengertian kepada anak bahwa untuk mendapatkan uang, diperlukan kerja keras dan gigih sehingga pemanfaatannya harus sehemat mungkin. Selanjutnya,<span>  </span>asahlah kepekaan sosial anak dengan menunjukkan kepada mereka bagaimana orang-orang di sekitarnya hidup dalam keadaan sulit. Anda bisa mengajaknya mengunjungi panti asuhan atau memberikan sedekah kepada anak-anak terlantar. Dengan demikian,<span>  </span>Anda telah mengajari mereka bagaimana hidup hemat dan memanfaatkan rezeki Allah secara hemat dan tepat.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">7. Mengajarkan bagaimana merawat barang milik sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Jika anak membeli barang-barang keperluannya<span>  </span>seperti mainan, pakaian dan sebagainya,<span>  </span>berilah pengertian kepada mereka agar mau merawatnya dengan baik. Dengan perawatan yang baik, mainan atau barang milik anak<span>  </span>dapat terjaga dan tidak mudah rusak, sehingga <span> </span>pembelian untuk<span>  </span>barang sejenis dapat ditekan. Mengajari anak untuk menyimpan mainannya sendiri setelah selesai bermain juga harus menjadi perhatian orang tua.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"> <strong><span style="color:red;">catatan<br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:red;"> Mengajari Anak Menghargai Uang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:red;">Selain beberapa kiat di atas,<strong> </strong>agar anak tidak boros anak juga perlu diajari untuk menghargai uang, misalnya dengan cara:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:red;">1. Mengenalkan anak<span>  </span>pada kegunaan uang</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:red;">Cara<span>  </span>yang menarik untuk memperkenalkan anak pada kegunaan uang adalah<span>  </span>dengan bermain &#8216;pasar-pasaran&#8217;. Buatlah &#8216;toko&#8217; mainan menggunakan mainan milik anak. Pada setiap mainan ditempeli kertas atau stiker yang memuat harganya. Anda<span>  </span>dan anak dapat berperan sebagai penjual dan pembeli. Ketika hendak &#8216;membeli&#8217; mainan, beri kesempatan pada anak untuk mencocokkan besarnya uang dengan harga yang tertetera pada mainan.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:red;">2. Mengajak anak berbelanja</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:red;">Pada saat berbelanja, jelaskan pada anak bahwa barang-barang yang sudah diambil atau akan dibeli harus dibayar dengan uang. Kalau tidak, barang-barang itu tidak bisa dibawa pulang. Jelaskan pula bahwa setiap barang harganya berbeda. Beri pula anak pengertian bahwa agar uangnya cukup, hendaknya berhemat dengan tidak membeli sesuatu yang tidak perlu.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:red;">3. Katakan bahwa uang harus dicari</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:red;">Anak usia 2-3 tahun dapat diberi pengertian bahwa untuk memperoleh uang, orang harus bekerja. Kepergian ayah ke<span>   </span>kantor<span>  </span>atau berdagang setiap hari adalah untuk mencari uang. Uang itulah yang nantinya digunakan untuk membeli semua kebutuhan keluarga, termasuk mainan yang diinginkannya dan susu yang diminumnya setiap hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:red;">4. Bersikaplah tegas</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:red;">Anak butuh sikap yang konsisten. Ketika Anda menolak permintaannya yang tak mungkin Anda penuhi,<span>  </span>ia akan terus merayu dan membujuk Anda dengan kemarahannya sampai Anda luluh dan jatuh kasihan melihatnya menangis. Jika anak berhasil &#8216;memaksa&#8217; Anda mengeluarkan uang dengan cara-cara seperti ini, anak menangkap pesan Anda bahwa &#8216;uang tidak ada artinya.&#8217;<span>  </span>Selain itu anak juga belajar bahwa kalau ia menangis atau marah, ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Sekali Anda mengatakan &#8216;tidak&#8217;, Anda harus tetap konsisten dengan sikap Anda, meski anak menangis atau merengek. </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="color:red;">Dengan mengajari anak menghargai uang, diharapkan anak bisa belajar berhemat dan tidak berlaku boros lagi.<span>  </span><strong><em>(Oel, </em></strong><em>dari berbagai sumber<strong>)</strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Artikel bina Anak Shaleh majalah nikah januari&#8217;07</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><em> </em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arifardiyansah.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arifardiyansah.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arifardiyansah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arifardiyansah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arifardiyansah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arifardiyansah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arifardiyansah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arifardiyansah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arifardiyansah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arifardiyansah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arifardiyansah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arifardiyansah.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arifardiyansah.wordpress.com&blog=1214476&post=18&subd=arifardiyansah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arifardiyansah.wordpress.com/2007/06/22/kalau-si-kecil-suka-jajan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6d14b52839600f8e7051bd1183d64fb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>