jump to navigation

Hukum Menyembelih Bagi Wanita Juni 17, 2007

Posted by arifardiyansah in Nasihat Ulama.
trackback

Pertanyaan: Bolehkah wanita menyembelih tanpa ada kebutuhan yang mendesak?

Jawab: wanita boleh menyembelih apabila muslimah atau ahli kitab, berdasarkan keumuman dalil yang membolehkannya dengan tanpa pengecualian yang menjadikan wanita keluar dari cakupan keumuman dalil. Juga berdasarkan hadits Ibnu Ka’ab bin Malik, mengisahkan tentang ayahnya, bahwasanya ia mempunyai kambing yang digembalakan dengan upah, kemudian ada seorang budak wanita melihat gembalaan yang akan mati. Maka ia mengambil batu dan memecahnya serta menggunakannya untuk menyembelih. Ia berkata kepada mereka,”Janganlah kalian memekannya hingga saya menanyakannya kepada Nabi b atau saya kirimkan seseorang kepada beliau b untuk bertanya tentangnya”. Kemudian ia bertanya kepada Nabi b tentangnya dan beliau memerintahkan kepadanya untuk memekan sembelihannya. Hadits riwayat Bukhari.

Perintsh beliau untuk memakannya padahal yang menyembelihnya adalah seorang perempuan menunjukkan diperbolehkannya wanita untuk menyembelih hewan. Apabila ia tidak boleh menyembelih, tentulah beliau menerangkannya, karena menangguhkan keterangan dari saat dibutuhkan tidak mungkin dilakukan Rasulullah b menurut ijma’ ulama. (Majallatul Buhuts Al-Islamiyah, 11/149)

Nasihat ulama majalah Nikah Januari 2007

 

 

 

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: