jump to navigation

Menjaga Kehormatan Wanita Muslimah April 9, 2011

Posted by arifardiyansah in Dunia Akhwat.
trackback

Penyusun: Ummu Uwais dan Ummu Aiman

Muraja’ah: Ustadz Nur Kholis Kurdian, Lc.

Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut. Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.

Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki Allah berfirman, وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56) Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain. Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing. Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan. Allah berfirman, وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى “Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36) Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya. Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya) Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala: وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ “dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31) Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat: “dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31) “Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.” Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36) Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya: 1. Menjaga kehormatan. 2. Membersihkan hati. 3. Melahirkan akhlaq yang mulia. 4. Tanda kesucian. 5. Menjaga rasa malu. 6. Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah. 7. Menjaga ghirah. 8. Dan lain-lain. Adapun untuk rincian tentang hijab dapat dilihat pada artikel-artikel sebelumnya. Kembalilah ke Rumahmu وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ “Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33) Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan. Oleh karena itu, Allah membebaskan kaum wanita dari beberapa kewajiban syari’at yang di lain sisi diwajibkan kepada kaum laki-laki, diantaranya: 1. Digugurkan baginya kewajiban menghadiri shalat jum’at dan shalat jama’ah. 2. Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi wanita disyaratkan dengan mahram yang menyertainya. 3. Wanita tidak berkewajiban berjihad. Sedangkan keluarnya mereka dari rumah adalah rukhshah (keringanan) yang diberikan karena kebutuhan dan darurat. Maka, hendaklah wanita muslimah tidak sering-sering keluar rumah, apalagi dengan berhias atau memakai wangi-wangian sebagaimana halnya kebiasaan wanita-wanita jahiliyah. Perintah untuk tetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Apabila wanita menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Dengan menjaga hal ini, maka akan terwujud berbagai tujuan syari’at, yaitu: 1. Terpeliharanya apa yang menjadi tuntunan fitrah dan kondisi manusia berupa pembagian yang adil diantara hamba-hamba-Nya yaitu kaum wanita memegang urusan rumah tangga sedangkan laki-laki menangani pekerjaan di luar rumah. 2. Terpeliharanya tujuan syari’at bahwa masyarakat islami adalah masyarakat yang tidak bercampur baur. Kaum wanita memiliki komunitas khusus yaitu di dalam rumah sedang kaum laki-laki memiliki komunitas tersendiri, yaitu di luar rumah. 3. Memfokuskan kaum wanita untuk melaksanakan kewajibannya dalam rumah tangga dan mendidik generasi mendatang. Islam adalah agama fitrah, dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya. Jadi, Islam tidak memperbolehkan bagi kaum wanita untuk bekerja kecuali sesuai dengan fitrah, tabiat, dan sifat kewanitaannya. Sebab, seorang perempuan adalah seorang istri yang mengemban tugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah, merawat anak, mendidik generasi umat di madrasah mereka yang pertama, yaitu: ‘Rumah’. Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah. Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian. Allah berfirman: وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33) Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim) Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya: 1. Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram. 2. Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian. 3. Berjalan dengan dibuat-buat. 4. Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram. 5. Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi. Pernikahan, Mahkota Kaum Wanita Menikah merupakan sunnah para Nabi dan Rasul serta jalan hidup orang-orang mukmin. Menikah merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya: “Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur: 32) Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menjaga agama serta kehormatannya. Tidak sepantasnya bagi wanita mukminah bercita-cita untuk hidup membujang. Membujang dapat menyebabkan hati senantiasa gelisah, terjerumus dalam banyak dosa, dan menyebabkan terjatuh dalam kehinaan. Kemaslahatan-kemaslahatan pernikahan: 1. Menjaga keturunan dan kelangsungan hidup manusia. 2. Menjaga kehormatan dan kesucian diri. 3. Memberikan ketentraman bagi dua insan. Ada yang dilindungi dan melindungi. Serta memunculkan kasih sayang bagi keduanya. Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan. Allahu A’lam. Referensi: Menjaga Kehormatan Muslimah, Syaikh Bakar Abu Zaid. *** Artikel http://www.muslimah.or.id 585Share * 164 komentar • Kirim ke teman • 76,262 * Artikel sebelumnya: Bercanda Ada Batasnya * Artikel selanjutnya: Dauroh Intensif Yogyakarta (Juni – Agustus 2008) Kirim Komentar Click here to cancel reply. Mohon memberikan komentar yang sesuai dengan topik artikel. Komentar Anda akan kami review dahulu sebelum ditampilkan. Name (wajib) Email (wajib) Website (optional) Komentar: Notify me of follow up comments via e-mail 164 Komentar * dewie rimba • Jan 18, 2011, 19:16 assalamu’alaikum ummu izin copy ya.. matur nuwun * Ummu Gibran • Jan 20, 2011, 15:32 Asslamua’alaikum..bagus artikelnya sy izin share yaah biar bs d bc temen2 yg laen…syukron..JZk Khair Kats * redina • Jan 31, 2011, 15:47 Subhanallah cerita yang penuh dengan cinta untuk kaum wanita..;) * ayhu • Feb 8, 2011, 6:46 assalamu’alaikum,,,,, subhanallah,kutipan dari cerita d’atas membuat saya ingin menjadi wanita yang benar” muLimah d’mata ALLAH dan Makhluk aLLah,,,,amien ya Rob,,,,, * karno maron • Feb 16, 2011, 21:58 saya setuju banget, izin copynya..ya.. makasih * muhammad jawar • Feb 17, 2011, 5:43 Assalamualykum Nasihatnya bagus sekali ana izin untuk mengcopy syukron jazakullah khair wassalamualayku * siti kona’ah • Feb 18, 2011, 10:49 assalamu’alaikum,… subhanallaahh,.. ustadz ijin share ya,.. jazakillah katsiron,.. ^_^ * Nurud Diina • Mar 2, 2011, 11:50 alhamdulilah saya mendapatkan ilmu gi hari ini terima kasih… dan saya izin ya..mau di copy biar buat bacaaan saya bila gi gundah… sekali gi terima kasih atas ilmunya… * st sr azizah • Mar 11, 2011, 9:18 ass.. alhamdulilah.. trims artikelnya bagus.. memotifasi saya untuk menjadi lebih baik.. * amanah • Mar 21, 2011, 16:23 Alhamdulillah aku sdh melaksanakn semua yang ditulis diartikel ini,tp terkadang aku masih perlu bimbingan lagi.Tanks ya artikelnya * watashi tazha san • Mar 31, 2011, 15:05 bagaimana kita bisa membedakan orang ya niat pakek jilbab ato sekedar buat menutup kepala saja ? * sri wahyuningsih • Apr 1, 2011, 20:33 assamu’alaikum wr.wb subhanallah,bersyukurlah kita dilahirkan sbgai perempuan,islam sangat melindungi kaum perempuan * muslimah.or.id • Apr 4, 2011, 4:34 @ Watashi Tazha San Hanya Allah yang mengetahui isi hati manusia. Kita tidak diperintahkan untuk mengorek-ngorek niat mereka. * rima okataviani • Apr 8, 2011, 13:19 assalumalikum =) subahanallah indah nya kalimat kalimat yang saya baca . semoga allah melindungi wanita wanita muslimah .amien Komentar sebelumnya donasi muslimah Artikel Terkait o Dia Wanita Atau Laki-laki ??? o Hijab Muslimah (1) o Wanita: Antara Pembela dan Pencela (2) o Wanita: Antara Pembela dan Pencela (1) o Apa Maksud Hadits, “Wanita Kurang Akal dan Agamanya”? Toko Muslim Shofwa House Radio Al-Hikmah KonsultasiSyariah.com Donasi Buletin yufid.com Kategori * Akhlak dan Nasehat (122) * Aqidah (54) * Dari Redaksi (100) * Fikih (91) * Hadits (12) * Info Dauroh dan Kajian (117) * Keluarga (10) * Kesehatan (23) * Kisah (20) * Manhaj (21) * Pendidikan Anak (27) * Pojok Hikmah (5) * Ramadhan (30) * Tahukah Engkau Saudariku? (9) Semarak Ramadhan Komentar Terbaru * fatholbirri on Yang Terlupa Dari Keikhlasan * Haniyah Raidah on Indahnya Cinta Karena Allah * ninet winona on Menjadi Benalu Apa Tidak Malu? * AMI on Saudariku, Bagaimanakah Engkau Bergaul? * muslimah.or.id on Wudhu Muslimah * muslimah.or.id on Talak Bagian 4 (Sebab Talak: Khulu’) * santoso on Khitan bagi Wanita * muslimah.or.id on Surat Cinta untuk Saudariku (2) Arsip * April 2011 (3) * March 2011 (8) * February 2011 (14) * January 2011 (21) * December 2010 (18) * November 2010 (33) * October 2010 (22) * September 2010 (16) * August 2010 (14) * July 2010 (27) * June 2010 (23) * May 2010 (24) RSS Muslim.or.id * Dauroh Umum Sragen (16-17April 2011): “Aqidah Muslim Sejati * As-Shamad, Penguasa Yang Maha Sempurna Dan Bergantung Kepada-Nya Segala Sesuatu * Nama Allah yang Paling Agung * Mencontoh Akhlak Mulia Nabi Ibrahim * Dinginnya Neraka * Artikel Islami Terbaru Setiap Hari Dengan Google Reader * Program Dakwah Berkelanjutan Bagi Korban Erupsi Merapi * April Mop, Budaya Jahiliyah * Keindahan Asmaul Husna * Amalan yang Bermanfaat Bagi Mayit RSS Bahasa Arab Dasar * Ujian Masuk MEDIU Di Jakarta dan Bandung * Faidah Penggunaan Alif Dan Lam Dalam Kalimat Bahasa Arab * Rahasia dibalik Kata Al-Hayaa’ (Malu) Dalam Bahasa Arab * Launching Aplikasi “Praktis Belajar Bahasa Arab Dasar Dari NOL” Seri 3 * Kajian Bahasa Arab Di RadioMuslim.Com Buletin Tauhid Silakan menyebarkan artikel yang ada di muslimah.or.id dengan harus menyertakan muslimah.or.id sebagai sumber artikel. Info iklan silakan hubungi muslimadv@gmail.com © 2006 – 2009 muslimah.or.id – Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah Info Pasang Iklan * Home • * Tentang Kami • * Radio Muslim • Design by cizkah powered by WordPress

Komentar»

1. soe dibyo - Desember 18, 2011

bagus untuk generasi sekarang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: