jump to navigation

Pencela Sahabat Nabi = Islam? Maret 19, 2012

Posted by arifardiyansah in Nasihat Ulama, Syariat.
Tags: , , , ,
trackback

Sungguh ada segolongan kelompok yang sesat -semoga Allah membalas makar mereka- yang sangat membenci Nabi shalallahu alaihi Wasalam.

Mereka menghabisi keutamaan para sahabat dengan mulut-mulut mereka, naudzubillah min dzalik. Layakkah sahabat Nabi yang telah menjadi perantara bagi kita dalam menerima al-Qur’an dicela, ah lagi-lagi kelompok sesat ini pasti akan mencela dan mengatakan bahwa al-Qur’an yang kita miliki telah berubah bukan al-Quran dari sisi Allah subhanahu wa taala, ah lagi-lagi mereka akan mengatakan bahwa Jibril telah berkhianat karena salah dalam menyampaikan wahyu.

Mereka telah kafir ketika mengatakan Istri Rasulullah yang paling beliau cintai, Aisyah berzina. Mereka mengaku mencintai Ali bin Abi thalib ketika mencela Abu Bakar dan Umar. Padahal Ali bin ABi Thalib pernah berkata, “Orang yang terbaik setelah Rasulullah adalah Abu Bakar kemudian Umar bin Khattab”

Jangan kau bilang mereka Islam ketika mereka mencela Sahabat yang mana Rasulullah bersabda, ”Janganlah Kalian mencela para shahabatku, janganlah kalian mencela para shahabatku! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya salah seorang di antara kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud niscaya tidak akan menyamai satu mudd (shadaqah) salah seorang dari mereka atau bahkan setengah muddnya” (HR. Bukhari no. 3470, Muslim no. 2540).

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:” Janganlah Kalian mencela shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sungguh berdirinya mereka (untuk shalat) sejenak saja lebih baik dibandingkan amalan salah seorang di antara kalian seumur hidup” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam al-Fadha’il 1/57, Ibnu Abi Syaibah 6/405, Ibnu Majah, Ibnu Abi ’Ashim dalam as-Sunnah. Dan al-Bushairi dalam Zawa’id Ibnu Majah berkata:”Ini adalah sanad yang shahih.”)

Datang seorang laki-laki kepada ’Abdullah bin Mubarak rahimahullah dan bertanya, mana yang lebih utama apakah Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu atau ’Umar bin ’Abdul ’Aziz. Maka beliau menjawab:”Sungguh debu yang ada pada dua lubang hidung Mu’awiyah ketika bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih baik dan lebih afdhol (utama) dibandingkan ’Umar bin ’Abdil ’Aziz.” (Diriwayatkan Ibnu ’Asakir. Lihat Minhajus Sunnah karya Ibnu Taimiah)

Datang seorang laki-laki kepada Imam Abu Zur’ah rahimahullah, lalu ia berkata:”Wahai Abu Zur’ah, aku membenci Mu’wiyah.” Beliau (Abu Zur’ah) berkata:”Kenapa.” Ia menjawab:”Karena dia memerangi ’Ali radhiyallahu ‘anhu”. Maka Abu Zur’ah rahimahullah berkata:”Sesungguhnya Rabb Mu’awiyah adalah Rabb Yang Maha Penyayang, dan musuh Mu’awiyah adalah musuh yang mulia, maka apa urusanmu untuk mencampuri urusan mereka semua?” (Diriwayatkan Ibnu ’Asakir. Lihat Fathul Bari dan ’Umdatul Qari’) Imam Ahmad rahimahullah berkata:”Jika engkau melihat orang yang menyebutkan para shahabat Nabi dengan keburukan, maka curigailah keislamannya.’ (Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah al-Lalikai)

Beliau rahimahullah juga berkata:Tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk menyebutkan sedikit saja tentang keburukan mereka (para Shahabat), dan tidak boleh mencela salah seorang di antara mereka dengan cacat dan kekurangan mereka. Lalu barang siapa yang melakukan hal itu, maka wajib bagi penguasa untuk memberikan pelajaran dan hukuman bagi mereka. Dan tidak boleh bagi penguasa untuk mengampuni mereka, akan tetapi penguasa harus menghukum mereka dan meminta mereka bertaubat. Lalu jika mereka bertaubat, diterima taubat mereka. Dan jika mereka tetap bersikeras maka hukumannya diulang-ulang dan mereka ditahan sampai mereka mati atau rujuk (bertaubat).” (Shaarimul Masluul 3/1057)

Bisyr bin al-Harits berkata: ”Siapa saja yang menghina para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia KAFIR sekalipun ia puasa, shalat dan mengira bahwa ia termasuk orang Islam.” (Ibnu Baththah, al-Ibanah 162)

Dan mungkin saja para penulis buku atau artikel dalam koran-koran yang dalam hati mereka ada kebencian kepada para Shahabat tidak mampu untuk mencela dan menjatuhkan kesakralan al-Qur’an dan Hadits. Akhirnya mereka menganggap bahwa merendahkan dan menjatuhkan kedudukan para Shahabat di hati manusia adalah cara paling singkat (mudah) untuk menolak al-Qur’an dan Hadits. Sebagaimana perkataan Abu Zur’ah rahimahullah:

”Jika engkau melihat seseorang merendahkan salah seorang dari Shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ketahuilah bahwa ia adalah seorang zindiq. Hal itu karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah benar dan al-Qur’an adalah benar. Dan bahwasanya al-Qur’an dan Sunnah yang sampai kepada kita hanyalah oleh para Shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan mereka (para pencela Shahabat) hanya ingin supaya mereka mencacati persaksian kita (akan adilnya para Shahabat), dengan tujuan membatalkan al-Qur’an dan Sunnah. Dan mencela mereka (orang yang merendahkan para Shahabat) lebih pantas, dan mereka adalah orang-orang zindiq.”(Tarikh Baghdad)

As-Sarakhsi rahimahullah (ulama madzhab Hanafiyah) berkata:”Lalu barang siapa yang mencela mereka, maka ia adalah seorang atheis, penolak Islam dan obat bagi mereka adalah pedang, jika tidak mau bertaubat.” (Ushul as-Sarakhsi) Imam ath-Thahawi al-Hanafi rahimahullah berkata:”Dan kami mencintai para Shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak berlebihan dalam mencintai salah seorang di antara mereka dan tidak berlepas diri dari salah seorang di antara mereka. Dan kami membenci orang-orang yang membenci mereka, dan menyebut mereka dengan tidak benar. Kami tidak menyebut mereka kecuali dengan kebaikan, dan kecintaan kepada mereka adalah agama iman, dan ihsan. Dan kebencian kepada mereka adalah kekufuran, kemunafikan dan perbuatan melampaui batas.” (al-Aqidah at-Thahawiyah)

Lalu layakkah kita sebut mereka bagian dari Islam? Bahkan mereka ingin menghancurkan Islam. Jangan tertipu dengan sandiwara mereka yang akan menyerang Negara Yahudi. Sesungguhnya mereka bersatu dan ingin menghancurkan Islam. Siasat mereka sungguh licik. Siapakah yang sedang kita bicarakan? Siapa lagi lagi kalau bukan:

SYIAH –semoga Allah melaknat mereka-

Ingat

SYIAH & YAHUDI

Itu sama satu sumber tidak ada beda antara mereka. Maka sekali lagi jangan tertipu dengan sandiwara dan siasat mereka. Ya Allah lindungilah saudar-saudara kami yang sedang di tindas oleh kaum Syiah.

Ya Allah berilah pertolongan kepada saudar-saudara kami di Syuriah negeri tempat Ibnu Taimiyah.

Semoga Allah melindungi Negara Indonesia dari Makar Kaum Syiah-semoga laknat Allah kepada mereka-

Tulisan ini muncul karena kemirisan hati mendengar saudaranya sedang disiksa.

Dari berbagai sumber

Komentar»

1. suheri - Agustus 1, 2012

sukron atas ijmunya .ijin copy

Silahkan dengan mencantumkan sumbernya lebih baik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: